TERIMA KASIH SELAMAT DATANG

Selamat menikmati lembar pengetahuan yang sederhana ini. Semoga bisa memberi manfaat kepada kita semua khususnya buat kami. Silahkan berbagi pengetahuan agar memberi kebaikan baik bagi diri maupun lingkungan sekitar kita.

Jumat, 29 April 2011

Bakteri Baru Superbug NDM-1 Mengancam Dunia, Tanpa Ada Obatnya

Pemberian antibiotika yang berlebihan dan tidak terkendali saat ini membuahkan akibatnya. Beberapa ahli kesehatan di penjuru dunia mulai menemukan sebuah bakteri superbug atau bakteri yang kebal terhadap antibiotika. Berbeda dengan berbagai temuan berbagai virus baru ganas seperti flu burung, SARS atau flu babi yang dapat sembuh sendiri. Bakteri ganas ini bila menjangkiti seseorang, maka orang tersebut akan terancam nyawanya tanpa ada obat atau antibiotika yang melawannya.
Sebuah bakteri “super” atau superbug yang bernama NDM-1 (New Delhi Metallo-beta-laktamase-1) telah muncul di India, Pakistan, Inggris, Amerika dan berbagai belahan dunia lainnya. Bakteri ini telah menyebar di rumah sakit Inggris, para ahli kesehatan dunia memperingatkan bakteri “super” ini bisa menjadi masalah besar di seluruh dunia.
Selain terdeteksi di Inggris, bakteri ini juga sudah ditemukan di Amerika Serikat,Kanada, Australia, Belanda dan Swedia. Ilmuwan Inggris menyebut bakteri ini tersebar akibat ulah para “wisatawan” medis yang kerap melakukan operasi plastik untuk kecantikan di Negara tersebut.
Para ilmuwan takut bakteri bernama NDM-1 (New Delhi Metallo-beta-laktamase-1) bisa dengan mudah di dalam bakteri seperti E.coli. Bila sampai terjadi bakteri ini bisa menyebar dengan cepat dan hampir mustahil untuk bisa diobati. Sebab,menurut para ilmuwan NDM-1 bisa mengubah bakteri, kebal terhadap antibiotik yang paling kuat carbapenems. “Ada sejumlah kasus di Inggris, namun sejauh ini sejumlah besar kasus tampaknya terkait dengan perjalanan dan perawatan rumah sakit di India,” kata Dr David Livermore, peneliti Inggris Health Protection Agency kepada BBC. ”Jenis resistensi ini telah menyebar sangat luas di sana.” Di Amerika Serikat kasus NDM-1 juga telah diidentifikasi antara bulan Januari dan Juni lalu, Wall Street Journal menuliskan soal ini.Menurut Pusat pengawasan pencengahan penyakit Amerika (Centers for Disease Control and Prevention) para pasien ini telah menjalani perawatan medis di India.

New Delhi Metallo-beta-laktamase atau NDM-1
New Delhi Metallo-beta-laktamase, atau NDM-1 adalah sebuah enzim yang jika ditemukan dalam bakteri umum seperti E. coli, salmonella dan k. pneumonia. Bakteri ini adalah yang paling resisten terhadap antibiotik. Koeadaan ini merupakan ancaman NDM-1 sangat serius bagi umat manusia di dunia. Keadaan ini secara pasti akan mengancam nyawa jutaan umat manusia bila tidak temuan antibiotika untuk menangkalnya. antibiotik yang dapat berdiri melawan super ini. Sebuah jalan terakhir dan sering harapan terakhir antibiotik, carbapenem. Sayangnya hingga saat ini bakteri supperbug NDM-1 ini benar-benar resisten terhadap antibiotik secanggih carbapenem. Hal itu membuat ilmuwan jadi kelabakan dan terus mengadakan [penelitian guna melawan bakteri ganas tanpa obat ini.

Pencegahannya
Sebaiknya saat ini bila tidak penting benar harus mempertimbangkan lebih dalam bila harus berpergian ke daerah yang telah dijangkiti bakteri superbug NDM-1 ini. Higiena sanitasi di lingkungan yang baik dengan menjaga kebersihan sangat diperlukan. menjaga da tahan tubuh dengan makan makanan bergizi , olahraga dan istirahat yang cukup adalah kunci utama menangkal penyakit ini.
Yang paling penting penggunaan antibiotika yang berlebihan harus segera dihentikan agar bakteri superbug lainnya tidak lahir lagi. Pemakaian antibiotika berlebihan atau irasional juga dapat membunuh kuman yang baik dan berguna yang ada didalam tubuh kita. Sehingga tempat yang semula ditempati oleh bakteri baik ini akan diisi oleh bakteri jahat atau oleh jamur atau disebut “superinfection”. Pemberian antibiotika yang berlebihan akan menyebabkan bakteri-bakteri yang tidak terbunuh mengalami mutasi dan menjadi kuman yang resisten atau disebut “superbugs”.
Pemberian antibiotika irasional atau berlebihan pada anak dan orang dewasa tampaknya memang semakin meningkat dan semakin mengkawatirkan. Pemberian antibiotika berlebihan atau pemberian irasional artinya penggunaan tidak benar, tidak tepat dan tidak sesuai dengan indikasi penyakitnya. Sebenarnya permasalahan ini dahulu juga dihadapi oleh negara maju seperti Amerika Serikat. Menurut penelitian US National Ambulatory Medical Care Survey pada tahun 1989, setiap tahun sekitar 84% setiap tahun setiap anak mendapatkan antibiotika. Hasil lainnya didapatkan 47,9% resep pada anak usia 0-4 tahun terdapat antibiotika. Angka tersebut menurut perhitungan banyak ahli sebenarnya sudah cukup mencemaskan. Dalam tahun yang sama, juga ditemukan resistensi kuman yang cukup tinggi karena pemakaian antibiotika berlebihan tersebut.
Di Indonesia belum ada data resmi tentang pemberian antibiotika ini. Sehingga semua pihak saat ini tidak terusik atau tidak khawatir dan sepertinya tidak bermasalah. Berdasarkan tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat serta fakta yang ditemui sehari-hari, tampaknya pemakaian antibiotika berlebihan di Indonesia baik jauh lebih banyak dan lebih mencemaskan.

sumber :
http://www.guardian.co.uk/ dan sumber lainnya

Kamis, 21 April 2011

Review Diskusi Pertanian: Quo Vadis Pertanian Indonesia-Lahan Beton

Kondisi Petani di Indonesia belum ada yang mendapatkan untung dari hasil pertanian mereka setiap kali panen selalu saja merugi selain karena hama juga dikarenakan harga pupuk yang mahal. Lahan garapan yang dimiliki petani semakin lama semakin sempit dan kebanyakan orang tidak ada yang ingin menjadi petani mahasiswa daru jurusan pertanian pun tidak lebih dari 10 orang yang berkeinginan untuk kembali menjadi petani menurut pengalaman ibu Sri Peni ketika menanyakan hal tersebut di depan mahasiswanya  di kampus. Pergeseran pemanfaatn lahan dari tanaman padi ke “tanaman Beton” semakin tak terbendung.
Hasil lahan garapan petani yang mampu membuat mereka untuk membeli rumah ataupun tanah di kota misalnya kini tidak bisa lagi dilakukan justru sebaliknya orang kota yang datang membeli lahan pertanian mereka dan dijadikan sebagai tanaman beton alias dijadikan gedung-gedung megah sehingga lahan pertanian menjadi semakin sempit. Dan saat ini petani lebih banyak menjadi petani penggrapa dan bukan menjadi pemilik lahan lagi dikarenakan peningkatan kebutuhan yang semakin tinggi seperti membiayai sekolah anak-anaknya ataupun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pemilik lahan sekarang sudah beralih ke orang kota jadi mereka hanya penggarap saja ataupun digadaikan kepada etetangganya yang lebih mampu. Sangat ironis memang bahwa lahan pertanian sekarang hanya dimiliki oleh segelintir orang saja yang dapat dihitung jari.
Menjadi Petani bukan hal yang menggiurkan untuk dijadikan pekerjaan, orang lebih banyak ke kota bekerja di kantoran maupun sektor lain. Kelas pekerjaan sebagai petani dianggap kelas rendahan, kesannya bahwa tidak ada orang yang bersih jadi petani karena kerjanya di lumpur (sawah). Berbeda dengan petani yang di Jerman yang digarap secara baik sehingga disana para petani menjadi bagus pertaniannya. Walaupun citra pertanian sangat bagus namun ketika orang diajak untuk menjadi petani tidak ada yang mau menurut penelitian ibu Sri Peni.
Pertanian seharusnya di pandang bukan hanya dari satu sisi saja tetapi dari berbagai sisi juga. Tidak Perlu kita semua menjadi petani tetapi bagaimana kita lebih menghargai pertanian tanpa harus menjadi petani. Memasukkan pertanian ke dalam kurikulum di sekolah telah dilakukan dan dijadikan bahan ajar namun masih sebatas muatan lokal saja karena masih di anggap “jadul”.
Kebijakan pemerintah di sektor pertanian seperti program ketahanan pangan ataupun intensifikasi pertanian memberi dampak yang besar dimana hampir di seluruh wilayah Indonesia menanam padi sehingga tidak ada diversifikasi, intensifikasi yang berlebihan dikarenakan penggunaan pupuk yang sangat berlebihan sehingga menimbulkan pencemaran atas tanah dan juga resistensi hama terhadap pestisida. Proyek sejuta hektar pada pemerintahan orde baru justru memberikan ruang untuk penggundulan hutan dikarenakan saluran irigasi dijadikan sebaga jalur pengangkutan kayu. Penggunaan pupuk secara berlebihan mendegradasi bahan organic yang ada didalam tanah sehingga menurunkan tingkat kesuburan tanah
Apa yang harus dilakukan? Perlu adanya revolusi dalam pertanian. Bagaimana merubah mindset kita tentang pertanian ataupun bagaimana memaknai pertanian itu sendiri.  Membangun pertanian harus dilakukan secara holistic karena banyak pihak yang mestinya terlibat.
Perlunya kembali ke lokal wisdom setiap daerah seperti di Papua dengan makan pokoknya sagu. Mengembangkan Pertanian alternatif seperti pertanian organik sehingga tidak perlu menggunakan pupuk secara berlebihan.  Adanya penelitian partisipatif yang melibatkan petani itu sendiri. Organisasi sangat penting untuk petani bukan bekerja sendiri-sendiri agar bisa mengatur hasil pertanian dan meningkatkan daya jual hasil pertanian mereka. Keengganan petani untuk berorganisasi masih kurang dikarenakan petani belum melihat manfaatnya jadi untuk membentuk organisasi yang ideal seharusnya petani diberikan pemahaman tentang manfaat tersebut sehingga mau berorganisasi.
Jangan menunggu Negara untuk melakukan perubahan yang bisa kita lakukan sekarang mari kita lakukan. Biarkan Negara mengurus hal lain saja.
Catatan:
Review Diskusi Pertanian Quo Vadis Pertanian Indonesia: Lahan Beton
Oleh Edy Juspar di Perpus Kota Yogyakarta, Rabu, 20 April 2011

Kamis, 14 April 2011

The 3rd DREaM International Students Summer Program

http://oia.ugm.ac.id/interface/

Global Sustainability Summer School 2011 in Brunei Darussalam

http://sustainability2011.myreviewroom.com/

Global Sustainability Summer School 2011 in Brunei Darussalam

In conjunction to the celebration of University Brunei Darussalam (UBD)’s 25th Anniversary and 100th Anniversary of IBM, they are now opening a recruitment for Global Sustainability Summer School. The school will provide an opportunity for students and speakers across the globe to engage each other in addressing the challenge of applying and adapting “broader principles of sustainability to locale-specific” solutions.

The two-week (10 working days) program will explore sustainability from the technology perspective with a particular focus on modeling and analysis. The program will also include hands-on demonstrations, interactive sections, field trips (to a pristine rainforest region) and group projects in addition to traditional lecture-style presentations.

Below are the general requirements for this program:
Applicants are welcome from all countries, solicited from advanced graduate students, post-doctoral fellows, junior and senior faculty discipline, as well as individuals from government agencies and the private sector, women minorities and students from developing countries are especially encouraged to apply.
Please register here for the online application.
Please submit these following documents as well:
Current resume or curriculum vitae: include a clear description of your current educational/professional status & list of publications (if any),
A statement of your current research interests and comments about why you want to attend the program, 1 – 2 pages in length,
Two letters of recommendation from faculty (for graduate student applications) or professional colleagues (for all other applicants). When you apply online please be prepared to provide e-mail addresses of the two individuals who will recommend you
No tuition is charged, 100% of housing and meals are covered. However, students are expected to provide their own travel funding.

Applications must be received by 22 April 2011 in Office of International Affairs UGM.

Source:
http://oia.ugm.ac.id/interface/?p=819

Rabu, 13 April 2011

TOT ESD Regional Jawa dan Kalimantan

TOT ESD Regional Jawa dan Kalimantan
Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman Trawas Mojokerto
bekerjasama dengan Jaringan Pendidikan Lingkungan (JPL)
PPLH Seloliman Trawas, Mojokerto, 20-22 April 2011

Pendahuluan

Pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan atau yang dikenal dengan Environmental Sustainable Development adalah segala upaya yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi bahasan mengenai kebijakan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan serta pengendalian lingkungan.

Global warming atau pemanasan global saat ini menjadi  permasalahan yang seluruh dunia, semua ini adalah dampak dari aktifitas dan kegiatan yang telah dilakukan oleh manusia baik dari sisi kegiatan pertanian, perkebunan, pertambangan, perindustrian dan lain sebagainya. Munculnya fenomenan perubahan iklim yang tidak menentu, bencana alam, kegagalan panen, dan masih banyak lagi gejala-gejala yang menunjukkan bahwa alam sudah mulai marah kepada kita akibat ulah kita sebagai manusia yang kurang memperhitungkan dampak negative terhadap pengelolaan lingkungan yang telah kita  lakukan.

Usaha-usaha penyelamatan lingkungan hidup kita dari kerusakan sudah dicoba dilakukan oleh berbagai pihak, baik dari kalangan LSM, Pemerintah, Pemerhati Lingkungan, Sekolah-sekolah dan  bahkan sebagian masyarakat secara umum yang punya kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan hidup. Misalnya adanya aksi-aksi penanaman sejuta pohon, menyediakan tempat-tempat pembuangan sampah, pengurangan pemakaian bahan kimia berbahaya pada pertanian, dan lain sebagainya. Namun ternyata belumlah cukup kuat untuk mengembalikan kelestarian lingkungan kita yang sudah terlanjjur rusak ini.

Melalui Pendidikan Lingkungan diharapkan dapat membantu menyelesaikan dan mencari pemecahan masalah yang terjadi saat ini. Pendidikan lingkungan bisa masuk dalam ekstra kurikuler atau bahkan menjadi bagian dari kurikulum sekolah, sehingga proses-proses penyadaran lingkungan bisa dimulai dari tingkat anak didik. Akan tetapi semua upaya tersebut tidaklah bisa berjalan dengan baik jika tanpa adanya dukungan dari semua pihak terutama pihak penentu kebijakan terhadap pengelolaan lingkungan hidup.
Latar Belakang

Pendidikan sangatlah penting dalam pembangunan berkelanjutan. Pendidikan berkontribusi menyelesaikan masalah kemiskinan, kerusakan lingkungan hidup, hak asasi manusia, konflik dan perubahan iklim. Pendidikan juga faktor penting dalam menumbuhkan ikatan sosial dan demokrasi. Namun pendidikan konvensional harus segera diubah untuk menjawab persoalan-persoalan kekinian. Pendekatan baru dibutuhkan untuk merubah gaya hidup, memobilisasi dukungan masyarakat dan swasta, membangun visi yang lebih ramah lingkungan dan menumbuh kembangkan solidaritas global.

Dalam kerangka Dekade Education for Sustainable Development (DESD) UNESCO, dibutuhkan pengetahuan, ketrampilan, dan motivasi yang kuat untuk melakukan perubahan dalam sistem pendidikan (pengajaran, pembelajaran dan pengelolaan lembaga) yang dibutuhkan untuk merubah masyarakat menjadi lebih berkelanjutan. Kunci utamanya adalah transformasi. Kunci utama dalam proses transformasi tersebut adalah dengan mengenal lebih dalam konsep ESD dan menganalisis potensi-potensi lokal yang dimiliki untuk pengembangan lebih lanjut.

TOT ESD ini merupakan lanjutan pelatihan TOT ESD yang telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2010 di PPLH Seloliman Mojokerto. TOT ini diperuntukkan untuk peserta dari Jawa dan Kalimantan dengan pertimbangan efektivitas transportasi. Region Kalimantan cukup tersebar dan hampir semua penerbangan antar wilayah di Kalimantan kebanyakan harus melewati Jakarta (Pulau Jawa) sehingga diambil kesepakatan lebih efektif jika pelatihan dilaksanakan di Pulau Jawa saja.

Tujuan

Tujuan TOT ESD ( Training Of  Trainer Environmental Sustainable Development ) adalah:
  1. Meningkatkan kapasitas peserta dalam mengembangkan ESD di wilayahnya masing-masing

Goal
Menciptakan tenaga ahli ( pendidik ) dalam bidang pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan melalui dunia pendidikan baik secara formal maupun non formal demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan.


Output

Pelaksana kegiatan:
Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman bekerjasama dengan Jaringan Pendidikan Lingkungan Hidup (JPL)

Trainer: Fasilitator dari Jaringan Pendidikan Lingkungan dan Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman
  1. Moch. Saleh
  2. Amalia Hamidi
  3. Sriyanto (Ko. Pendidikan PPLH Seloliman)

Kelompok  Sasaran
  • Trainer/fasilitator anggota Jaringan Pendidikan Lingkungan region Jawa dan Kalimantan
  • Guru/Dosen/Pendidik wilayah Jawa dan Kalimantan
  • Pemerintah, perusahaan dan praktisi lingkungan.

Gambaran Training
Dalam Training of trainer yang diselenggarakan selama  3 hari, peserta akan banyak diajak belajar dan memahami tentang konsep ESD (Education for Sustainable Development), mulai dari perbedaan EE&ESD, system thingking, perspektif, nilai-nilai active dalam pembelajaran ESD.

Sehingga peserta bisa memiliki gambaran tentang metode ESD itu sendiri, dan bagaimana aplikasinya juga akan dijelaskan dalam training kali ini. Contohnya dalam materi climate change dan pendidikan formal.

Waktu Pelaksanaan
TOT ESD Regional Jawa dan Kalimantan akan dilaksanakan pada 20-22 April 2011 selama 3 hari

Lokasi
Pelatihan TOT ESD Regional Jawa dan Kalimantan dilaksanakan Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman Kec. Trawas, Mojokerto Jawa Timur.

Metodologi:  
Metodologi pelatihan dalam TOT selama 3 hari ini akan mengutamakan pembelajaran dengan interaksi aktif dengan memanfaatkan potensi lokal di sekitar lokasi pelatihan. Pelatihan akan mengkombinasikan analisis dan refleksi peserta di dalam dan di luar kelas. Pelatihan juga diperkaya dengan kunjungan lapangan sebagai salah satu latihan mempraktekkan teori-teori di kelas.

Pendaftaran dan Informasi
Biaya pelatihan sebesar Rp. 650.000/peserta
Termasuk :
  1. Akomodasi penginapan
  2. Konsumsi
  3. Coffee break
  4. Hand out materi
  5. Sertifikat

Prosedur Pendaftar Pelatihan
  1. Mengisi formulir pendaftaran yang sudah disediakan panitia
  2. Membayar biaya pendaftaran dengan cara ditransfer ke rekening
Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman, di :
BNI Mojosari Mojokerto No. rek : 0147448343 a/n PPLH Seloliman, atau di
BCA KCP Mojosari Mojokerto, no rek : 6140201411 a/n Suroso atau Maimanah
  1. Kirimkan isian formulir pendaftaran dan bukti transfer melalu fax atau email PPLH Seloliman.

Kantor sekertariat pelatihan ESD region Jawa dan Kalimantan
PPLH Seloliman,
Desa Seloliman Kecamatan Trawas Mojokerto Jawa Timur
PO Box 16 Ngoro 61385
Telp/fax: 0321-6818754/7221045 ( Humas : Windy ), Nur Baudah ( 031 8297304 )
Contact Person Yanto; 081 515 911 611

Regional Jawa dan Kalimantan
Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman Trawas Mojokerto
bekerja sama dengan Jaringan Pendidikan Lingkungan (JPL)
PPLH Seloliman Trawas, Mojokerto, April 2011

 


Hari I
12:00   Registrasi
14:00   Pembukaan seminar
            Perkenalan peserta, kontrak belajar
14:45   Materi: Hidup dalam satu planet
Concierto Evolution – visi masa depan
16:30   Break Ishoma
19:00   Perbedaan pengajaran EE & ESD
Apakah ESD itu?
Diskusi Kompetensi dalam ESD
21.00  Istirahat

Hari 2
 07.00   Sarapan
 08.00   Nilai-nilai ACTIVE
10.00    Break
10.15   Working with metaphors
Mother earth - system thinking
            The Mission - multidisciplinary thinking
12.00    Ishoma
13.00    Lanjutan
14.00   Climate Change (Perubahan Iklim)
15.30   Aktivitas di luar ruangan
17.00   Break
18:30   Makan malam
19:30   Metode pengintegrasian ESD
            Cornerstones of ESD
21:30   Diskusi

Day 3 
06.00   Jalan-jalan pagi (pplh-hutan-sumber air-sungai Maron)
            Aksi penanaman di DAS sungai Maron
07.30    Sarapan
08:30   Metode pengajaran dengan tema lokal
            Menghubungkan dengan masyarakat local
Whole School Approach (Pendekatan Sekolah secara Menyeluruh)
11.30   ISHOMA, packing
13.00   RTL
14.30   Penutupan


















Tes Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg)

Reagen

Acon HBsAg
Kit tes mengandung partikel anti-HBsAg dan anti HBsAg yang terselubung pada membrannya

Persiapan Sampel
  1. Sampel dalam bentuk serum atau plasma
  2.  Pisahkan serum atau plasma sesegera mungkin, hindari hemolisis. Hanya sampel yang tidak hemolisis yang dapat digunakan.
  3.  Tes harus segera dilakukan, jangan biarkan sampel pada suhu kamar dalam waktu lama   
Prosedur tes
  1. Kit yang masih tersegel ditempatkan pada suhu kamar, buka segelnya dan gunakan sesegera mungkin.
  2.  Teteskan serum atau plasma sebanyak 3 tetes (kira-kira 100 uL) pada sampel area (S), jalankan timer.
  3.  Tunggu hingga garis merah terbentuk
  4.  Hasil sebaiknya dibaca setelah 15 menit
Kontrol standar (tidak disediakan dalam kit)

- kontrol positif (berisi 10 ng/mL HbsAg)
- kontrol negatif (berisi 0 ng/mL HbsAg).

Selasa, 12 April 2011

Staple Food and Snack


Everyday, everybody needs staple food such as rice, vegetables, fruits, etc.  But, some people do not really like to eat them.  Some people like to enjoy snack that seems to be something primary.  There are some healthy snacks including Biskuat.  Some others are edible for their tastes only.  Moreover, certain people sometimes forget their staple food because of snacks.  The consequence could be a stomachache.  Besides that, a tasty snack is not really good for our health.  Conversely, there are tasty and nutritious too.
Some people consider the snacks as collectable because they can enjoy consuming the snacks when it priors to bedtime, studying, or elsewhere.


Matters of Discuss :
What is snack according to you?
When and where do you usually have your snack?
What kind of snack do you like to eat?
 Which do you prefer, the staple food or the snacks?  Why?


By Nia 

Senin, 11 April 2011

HARI PENTING DUNIA KESEHATAN

HARI PENTING DUNIA KESEHATAN

 15
Januari
:
Hari Kanker Anak Sedunia

25
Januari
:
Hari Gizi Nasional

27
Januari
:
Hari Kusta Sedunia

4
Februari
:
Hari Kanker Sedunia

15
Februari
:
Hari Kelahiran Puskesmas Riam Durian

24
Maret
:
Hari Tuberkulosis Sedunia

7
April
:
Hari Kesehatan Sedunia

8
April
:
Hari Anak-anak Balita

11
April
:
Hari Kanker Tulang

17
April
:
Hari Hemofilia Sedunia

18
April
:
Hari Diabetes Nasional

22
April
:
Hari Demam Berdarah

24
April
:
Hari Imunisasi
25 April : Hari Malaria sedunia

1
Mei
:
Hari Asma

8
Mei
:
Hari Palang Merah Sedunia

10
Mei
:
Hari Lupus Sedunia
12 Mei : Hari Perawat Sedunia

29
Mei
:
Hari Lanjut Usia Nasional

31
Mei
:
Hari Tanpa Tembakau Sedunia

1
Juni
:
Hari Anak Sedunia

24
Juni
:
Hari Bidan Sedunia

26
Juni
:
Hari Anti Narkoba Sedunia

29
Juni
:
Hari Keluarga Nasional

23
Juli
:
Hari Anak Nasional

1
Agustus
:
Hari Remaja Asia

1 - 7
Agustus
:
Hari Pekan ASI Sedunia

15
September
:
Hari Peduli Limfoma Sedunia

16
September
:
Hari Pangan Nasional

17
September
:
Hari Palang Merah Indonesia

24
September
:
Hari Jantung Sedunia

4 – 12
Oktober
:
Hari Pekan Peduli Hepatitis B

9
Oktober
:
Hari Penglihatan Sedunia

10
Oktober
:
Hari Kesehatan Jiwa Sedunia

16
Oktober
:
Hari Pangan Sedunia

18
Oktober
:
Hari Kesehatan Jiwa Sedunia

20
Oktober
:
Hari Osteoporosis Sedunia/Nasional

24
Oktober
:
Hari Dokter Nasional

12
November
:
Hari Kesehatan Nasional

14
November
:
Hari Diabetes Sedunia

1
Desember
:
Hari AIDS Sedunia

3
Desember
:
Hari Penyandang Cacat Sedunia

5
Desember
:
Hari Relawan-relawan Sedunia

20
Desember
:
Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional

27
Desember
:
Hari Kesatuan Gerak PKK

BERBUAT APA DI HARI PENTING INI?

Januari

1 Januari : Hari Perdamaian Dunia

1 Januari : Tahun Baru Masehi

3 Januari : Hari Departemen Agama

5 Januari : Hari Korps Wanita Angkatan Laut (KOWAL)

5 Januari : Hari Ulang Tahun Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

10 Januari : Hari Ulang Tahun Partai Demokrasi Indonesia (PDI)

10 Januari : Hari Pencanangan Gerakan Satu Juta Pohon

15 Januari : Hari Peristiwa Laut dan Samudera

25 Januari : Hari Gizi & Makanan

25 Januari : Hari Kusta Internasional

31 Januari : Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU)



Februari

2 Februari : Hari Lahan Basah Sedunia

5 Februari : Hari Ulang Tahun Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)

5 Februari : Hari Peristiwa Kapal Tujuh

7 Februari : Hari Raya Imlek

9 Februari : Hari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)

9 Februari : Hari Pers Nasional (mulai 1946)

9 Februari : Hari Kavaleri

13 Februari : Hari Persatuan Farmasi Indonesia

14 Februari : Hari Peringatan Pembela Tanah Air (PETA)

19 Februari : Hari KOHANUDNAS

22 Februari : Hari Istiqlal

28 Februari : Hari Gizi Nasional Indonesia



Maret

1 Maret : Hari Kehakiman Indonesia

1 Maret : Hari Peristiwa Serangan Umum di Jogyakarta

6 Maret : Hari Konvensi CITES (Perdagangan Satwa Liar)

6 Maret : Hari KOSTRAD

8 Maret : Hari Wanita Internasional

9 Maret : Hari Musik Nasional

10 Maret : Hari Lahir Yayasan Mutiara Rahmah (sejak 2006)

10 Maret : Hari Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI)

11 Maret : Hari Surat Perintah 11 Maret (SUPERSEMAR)

14 Maret : Hari Milad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)

18 Maret : Hari Arsitektur Indonesia

20 Maret : Hari Kehutanan Dunia
21 Maret : World Silent Day

22 Maret : Hari Air Sedunia
23 Maret : Hari lahir Gerakan Mahasiswa NasionalIndonesia (GMNI)

23 Maret : Hari Meteorologi Sedunia
24 Maret : Hari Tuberkulosis Sedunia
24 Maret : Hari Peringatan Bandung Lautan Api

27 Maret : Hari Women International Club (WIC)

30 Maret : Hari Film Indonesia



April

1 April : Hari Bank Dunia
1 April : Hari Penyiaran Nasional

6 April : Hari Nelayan Indonesia

7 April : Hari Kesehatan Internasional

9 April : Hari Penerbangan Nasional

9 April : Hari TNI Angkatan Udara

15 April : Hari Zeni

16 April : Hari KOPASSUS (Komando Pasukan Khusus)

18 April : Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika

19 April : Hari Pertahanan Sipil (HANSIP)

20 April : Milad PKS (Partai Keadilan Sejahtera)

21 April : Hari Kartini

22 April : Hari Bumi

24 April : Hari Angkutan Nasional

24 April : Hari Solidaritas Asia-Afrika

27 April : Hari Permasyarakatan Indonesia



M e i

1 Mei : Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat

1 Mei : Hari Buruh Sedunia

2 Mei : Hari Pendidikan Nasional

3 Mei : Hari Surya

4 Mei : Hari Bangkit Pelajar Islam Indonesia

8 Mei : Hari Henry Dunant

5 Mei : Hari Lembaga Sosial Desa (LSD)

11 Mei : Hari POM - TNI

15 Mei : Hari Keluarga Internasional

17 Mei : Hari Buku Nasional

19 Mei : Hari Korps Cacat Veteran Indonesia

20 Mei : Hari Kebangkitan Nasional

21 Mei : Hari Peringatan Reformasi

22 Mei : Hari Keanekaragaman Hayati

31 Mei : Hari Anti Tembakau Internasional



Juni

1 Juni : Hari Lahir Pancasila

1 Juni : Hari Anak-anak Sedunia

1 Juni : Hari Lahir TKIT & SDIT Mutiara Rahmah (sejak 2006)

3 Juni : Hari Pasar Modal Indonesia

5 Juni : Hari Lingkungan Hidup Sedunia

14 Juni : Hari Samudera Dunia

17 Juni : Hari Dermaga

17 Juni : Hari Memerangi Penggusuran Lahan dan Kekeringan Dunia

22 Juni : Hari Ulang Tahun Kota Jakarta

24 Juni : Hari Bidan Indonesia

26 Juni : Hari Anti Narkoba Sedunia

29 Juni : Hari Keluarga Nasional



Juli

1 Juli : Hari Bhayangkara

1 Juli : Hari Anak-anak Indonesia

5 Juli : Hari Bank Indonesia

9 Juli : Hari Satelit Palapa

12 Juli : Hari Koperasi

22 Juli : Hari Kejaksaan

23 Juli : Hari Anak Nasional

23 Juli : Hari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)
28 Juli  : Hari Hepatitis

29 Juli : Hari Bhakti TNI Angkatan Udara



Agustus

5 Agustus : Hari Dharma Wanita Indonesia

8 Agustus : Hari Ulang Tahun ASEAN

6 Agustus : Hari Peringatan Petaka Hiroshima

10 Agustus : Hari Veteran Nasional

13 Agustus : Hari Peringatan Pangkalan Brandan Lautan Api

14 Agustus : Hari Pramuka

17 Agustus : Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (sejak 1945)

18 Agustus : Hari Konstitusi Republik Indonesia

19 Agustus : Hari Departemen Luar Negeri Indonesia

21 Agustus : Hari Maritim Nasional

24 Agustus : Hari Televisi Republik Indonesia (TVRI)

30 Agustus : Hari Orang Hilang Sedunia



September

1 September : Hari Polisi Wanita (POLWAN)

3 September : Hari Palang Merah Indonesia (PMI)

8 September : Hari Aksara

8 September : Hari Pamong Praja

9 September : Hari Ulang Tahun Partai Demokrat

9 September : Hari Olahraga Nasional

11 September : Hari Radio Republik Indonesia (RRI)

16 September : Hari Ozon Internasional

17 September : Hari Perhubungan Nasional

24 September : Hari Tani

26 September : Hari Statistik

27 September : Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT)

28 September : Hari Kereta Api

29 September : Hari Sarjana Indonesia

30 September : Hari Peringatan Pemberontakan G30S/PKI



Oktober

1 Oktober : Hari Kesaktian Pancasila

1 Oktober : Hari Habitat Dunia

4 Oktober : Hari Satwa Dunia

5 Oktober : Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI)

9 Oktober : Hari Surat Menyurat Internasional

10 Oktober : Hari Kesehatan Jiwa

14 Oktober : Hari Pangan Sedunia

15 Oktober : Hari Hak Asasi Binatang

16 Oktober : Hari Parlemen Indonesia

20 Oktober : Hari Ulang Tahun Golongan Karya

24 Oktober : Hari Dokter Indonesia

24 Oktober : Hari Ulang Tahun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

27 Oktober : Hari Penerbangan Nasional

27 Oktober : Hari Listrik Nasional

28 Oktober : Hari Sumpah Pemuda

29 Oktober : Hari KORPRI

30 Oktober : Hari Keuangan



November

3 November : Hari Kerohanian

5 November : Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

10 November : Hari Pahlawan

12 November : Hari Kesehatan Nasional

14 November : Hari Brigade Mobil (BRIMOB)

14 November : Hari Diabetes Sedunia

21 November : Hari Pohon

22 November : Hari Perhubungan Darat

25 November : Hari Guru



Desember

1 Desember : Hari AIDS Sedunia

1 Desember : Hari Artileri

2 Desember : Hari Konvensi Ikan Paus

3 Desember : Hari Internasional Penyandang Cacat

9 Desember : Hari Armada

10 Desember : Hari Hak Asasi Manusia

12 Desember : Hari Transmigrasi

15 Desember : Hari Infanteri

19 Desember : Hari Bela Negara

22 Desember : Hari Ibu

22 Desember : Hari Sosial

22 Desember : Hari Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD)

29 Desember : Hari Keanekaragaman Hayati Dunia